Selasa, 28 Agustus 2018

Sejarah Klaim Belanda Jajah Indonesia Selama 350 Tahun

Sejarah Indonesia - Saat beberapa puluh tahun. semua rakyat Indonesia di sekolah membaca buku-buku Histori Nusantara, yang berisi data-data yang salah, fokus ke barat serta bahkan juga banyak yang masih tetap adalah peninggalan penjajah atau dari pemikiran penjajah.

Sejarah Klaim Belanda Jajah Indonesia Selama 350 Tahun
Sejarah Klaim Belanda Jajah Indonesia Selama 350 Tahun
Demikian pula dengan 'Sejarah Indonesia', yang tidak memberi info yang komplet serta tepat tentang beberapa momen yang berlangsung di Indonesia, sesudah bangsa Indonesia mengatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. 

Akan tetapi tidak cuma karena penulisan histori saja yang salah, tetapi pengetahuan serta pandangan tentang histori sangat minim serta salah.

Belanda menjajah Indonesia 3, 5 era. Jepang menjajah Indonesia 3, 5 tahun. Demikian saran hampir semua rakyat Indonesia sampai sekarang yang sudah bisa menikmati Permainan Slot Dengan Uang Asli dan juga merasakan dunia yang sangat cangih ini. Yang berkenaan dengan waktu penjajahan Belanda 3, 5 era, belum pernah diterangkan dengan detil, kapan dimulainya penjajahan Belanda di Indonesia, serta kapan berakhirnya.

Yang memiliki pendapat jika Belanda menjajah Indonesia saat 350 tahun tidak hanya terbatas pada rakyat biasa, bahkan juga beberapa (mungkin semua) menteri serta paar elit pemimpin negara ini sekalinya sampai saat ini masih tetap memiliki pendapat semacam ini, seperti disampaikan oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu waktu lalu, serta Menteri ESDM, Sudirman Said, saat resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Bantul pada 4 Mei 2015. Tidak tertutup peluang, jika semua pimpinan nasional- memiliki pendapat semacam ini.

Ialah Bonifacius Cornelis de Jonge, sebagai Gubernur Jenderal India-Belanda ke 63, dari tanggal 12 September1931 sampai 16 September1936, yang tahun 1935 menyampaikan :

”Als ik met nationalisten praat, begin ik altijd met de zin : Wij Nederlanders zijn hier al 300 jaar geweest en we zullen nóg minstens 300 jaar blijven. Daarna kunnen we praten. ” (Jika saya bicara dengan beberapa nasionalis, saya tetap mengawali dengan kalimat : Kami Belanda sudah disini 300 tahun serta kami bahkan juga akan tinggal sangat dikit 300 tahun lagi. Lalu kita dapat bicara).

Di Belanda diketahui beberapa kata bijak, yakni : “Hoogmoed komt voor de val” (Keangkuhan hadir mendekati kejatuhan). Gubernur Jenderal selanjutnya, ke 64, JonkheerAlidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer 1936 – 9. 3. 1942, ialah penguasa Belanda paling akhir di India Belanda. Sesudah menyerahnya pemerintah India Belanda pada Jepang pada 9 Maret 1942, dia sebelumnya dibawa ke Taiwan, kemudia ditahan di Kamp di Hsien (saat ini bernama Liaoyuan) di Mancuria, sampai dibebaskan pada 16 Agustus 1945, sesudah Jepang menyerah pada sekutu.

Tidak di ketahui dengan tentu dimana cukup dimana semua berita ini mencari Fakta Mengenai Yang Saleh Dan Tangguh untuk membela indonesia untuk tetap maju dan merdeka, kapan kalimat Bonifacius de Jonge itu mulai dipakai oleh beberapa pemimpin Indonesia, menjadi slogan yang konon untuk menghidupkan emosi, kemarahan serta semangat rakyat Indonesia. Juga tidak di ketahui, siapa yang mengawali dengan angka 350 tahun. Bagaimana perhitungannya.

Sampai awal era 20 Belanda belumlah seutuhnya kuasai semua Asia Tenggara/Nusantara. Kesultanan Aceh baru jatuh tahun 1904, Kerajaan Badungdi Bali selesai dengan Puputan Badung tahun 1906, Kerajaan Batak jatuh tahun 1907 dengan tewasnya Sisingamangaraja XII serta Kerajaan Klungkung di Bali selesai dengan Puputan Klungkung tahun 1908

Kalau hal seperti ini benar ada, yakni Belanda menjajah Indonesia saat 350 tahun, tidakkah ini begitu bikin malu, jika Negara sekecil Belanda bisa menjajah lokasi yang belasan kali lipat dari negaranya, dengan masyarakat yang lebih dari 15 kali lipat banyaknya dari masyarakat Belanda? Hal seperti ini seringkali jadi olok-olokan di kelompok orang Indonesia sendiri, yang tidak mempunyai perasaan nasionalisme, atau bahkan bisa saja pro Belanda. Dengan begitu, kalimat itu jadi Bumerang untuk Indonesia.

Jenderal Ryamizard Ryacudu saat menjabat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), dalam sambutannya pada peringatan Palagan Ambarawa yang diperingati menjadi Hari Juang Kartika TNI AD bulan Desember tahun 2003, salah mengemukakan momen itu. Disebutkan a. l., jika : ”Ketika itu, Presiden Soekarno ditawan, pemerintahan lumpuh, serta Belanda dengan militernya meneror akan kembali kuasai Indonesia. TNI dibawah pimpinan Jenderal Soedirman tunjukkan eksistensinya dengan heroik. Dengan persenjataan simpel, TNI bersama dengan rakyat dapat memenangkan pertarungan untuk mengawasi jujur dan berkarakter kuat bangsa serta Negara. ”

Catatan : Presiden Sukarno ditawan oleh Belanda pada 19 Desember 1948, yakni saat Belanda memperlancar agresi militernya yang ke-2, sedang momen Palagan Ambarawa berlangsung pada bulan Desember 1945, serta pada saat itu belumlah TNI, tetapi namanya ialah Tentara Keamanan Rakyat - TKR (lalu pada 7 Januari 1946 namanya ditukar jadi Tentara Rakyat Indonesia serta pada 3 Juli 1947 jadi Tentara Nasional Indonesia – TNI, sampai saat ini). Yang dilawan pada bulan Desember 1945 ialah tentara Inggris, bukan tentara Belanda.

Menjadi contoh yang sangat fatal karena banyak sekali berisi kekeliruan –menurut saran saya- ialah buku histori KARANGAN I Wayan Badrika Kurikulum 1994 (Edisi ke-2) : “Sejarah Nasional Indonesia serta Umum” untuk SMU Kelas 2.

Tidak hanya memakai terminologi dari pemikiran penjajah, seperti pelaut Inggris “MENEMUKAN” Australia (halaman 22), beberapa penjarah, perampok emas serta pembantai masyarakat asli di benua Amerika yang hadir dari Spanyol serta Portugal dikatakan sebagai “PARA PENAKLUK DUNIA BARU”. Kata “PENAKLUK” adalah terjemahan dari bhs Spanyol “Conquistador” (halaman 19). “PENEMUAN” Lautan Teduh, Selat Magelhaens serta Tanjung Keinginan Baik (Cape of Good Hope) adalah “KARYA YANG MENGAGUMKAN” (halaman 23).

Walau sebenarnya Jalan Sutra (Silk Road) perdagangan dari Asia Timur sampai ke Mesir sudah berumur 5000 tahun. Di Lembah Bamyn Afghanistan ada dua patung Buddha paling besar didunia, yang telah berumur 1. 500 tahun. Pangeran Siddharta Gautama yang lalu diketahui menjadi Buddha datang dari lahir di Lumbini, saat ini termasuk juga Nepal. Begitu disayangkan, ke-2 patung Buddha itu tahun 2001 dihancurkan oleh Taliban.

Demikian pula jalan laut perdagangan pada Tiongkok sampai ke Mesir, yang tentu saja mesti lewat Nusantara/Selat Malakka. Beberapa pedagang rempah-rempah sudah berdagang sampai ke Maluku, beberapa ratus tahun sebelum datangnya beberapa orang Eropa. Menjadi APA YANG MENGAGUMKAN DARI ORANG-ORANG YANG RATUSAN TAHUN BELAKANGAN DATANG?

Tentang argumen Pangeran Diponegroro bangun menantang Belanda, ditulis “SEBAB-SEBAB KHUSUS”, yakni “pembuatan jalan lewat makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegal Rejo” (halaman 67). Kalimat ini masih tetap tercantum dalam buku I Wayan Badrika berdasar pada Standard Isi 2006 (halaman 166).

“Sebab khusus” yang sama, yakni “PENYEBAB KHUSUS Perang Diponegoro berlangsung tahun 1825, yakni saat Belanda akan buka jalan baru dari Yogyakarta ke Magelang lewat Tegal Rejo, tempat makam leluhur Pangeran Diponegoro berada”, masih dipakai dalam buku KARANGAN Samsul Farid, Kurikulum 2013, Histori untuk SMA/MA Kelas XI, halaman 182.

Dalam orasi ilmiah (yang saya hadiri) yang dikasihkan pada saat inaugurasi menjadi Guru Besar Tamu di Kampus Indonesia tanggal 1 Desember 2014, Prof Dr Peter Carey yang lakukan riset saat beberapa puluh tahun tentang Pangeran Diponegoro, menyampaikan a. l. :

”… I am still struck at how effectively the Dutch brainwashed the pribumi population in the aftermath of the Java War to regard Diponegoro as a leader who was only concerned with his own personal ambitions – his supposed frustration at not being appointed sultan, and his outrage at the building of a road across his estate being touted by a succession of Dutch historians as the principle reasons for his Juli 1825 rebellion.

Nowhere is there any mention in these histories of the deeper socio-economic problems which precipitated the five-year conflict, problems which would repeat themselves in the Southern Netherlands during the brief period of the United Kingdom of the Netherlands (1815- 30).

This would end with the Belgian Revolt of August 1830, a revolt backed – in contrast to the Javanese anti-colonial struggle of 1825-30 - by the major European powers…”

(Prof. Dr. Peter Carey-Inaugural Lecture as Adjunct Professor, 1 Dec 2014 Page 7)


{Terjemahannya yang dikerjakan sendiri oleh Prof. Peter Carey :

Saya masih tetap heran begitu efisien Belanda membersihkan otak penduduk
pribumi pada saat sesudah Perang Jawa dengan mencap Diponegoro menjadi seseorang pemimpin yang cuma mengutamakan ambisi pribadinya - frustrasi karena tidak diangkat menjadi sultan, serta memberontak cuma karena remeh, yakni geram jika tanah kepunyaannya serta pemakaman keluarga dilintasi jalan baru pada bulan Juli 1825.

Permasalahan sosial-ekonomi di pedalaman Jawa tengah-selatan yang menyebabkan pemberontakan massa pada awal Perang Diponegoro benar-benar tidak dibicarakan oleh sejarawan Belanda. Serta yang aneh di tempat ini – tidak cuma masyarakat pedalaman Jawa tengah-selatan yang menanggung derita karena kepicikan Belanda tetapi juga masyarakat di Belanda Selatan saat periode yang sama - Persatuan Kerajaan Belanda (1815-1830).

Hal seperti ini akan selesai dengan Revolusi Belgia Agustus 1830, pemberontakan yang di dukung – suatu yang tidak berlangsung dengan perjuangan anti-kolonial Jawa pada Perang Dponegoro (1825-1830) - oleh beberapa negara adidaya Eropa. }

Seandainyapun momen pembuatan jalan lewat makam leluhur Pangeran Diponegoro memang benar ada, apa hal seperti ini butuh tercantum dalam buku histori saat beberapa puluh tahun menjadi “sebab khusus”? Tidakkah vs Belanda ini memberikan kesan-kesan, jika Pangeran Diponegoro seseorang egois, yang geram serta bereaksi sesudah punya pribadinya diambil oleh Belanda?

HARUS DIJELASKAN DAN DISEBUTKAN SUMBER ATAU REFERENSI MENGENAI “SEBAB KHUSUS” INI!

Kekeliruan lainnya dari buku I Wayan Badrika berada di halaman 287, tentang pertarungan di Surabaya tanggal 28 – 29 Oktober 1945, dimana ditulis a. l. :

“… Bahkan juga pemimpin pasukan Sekutu (Inggris) Brigadir Jenderal Mallaby sukses ditawan oleh beberapa pemuda. ”

Tidak ada satu sumberpun yang menulis, jika Brigjen Mallaby sempat ditawan oleh beberapa pemuda!

Masih tetap KARANGAN I Wayan Badrika Kurikulum 1994. Penulisan yang salah di halaman 242 :

“… Pada tanggal 8 Desember 1941 pecahlah perang di Lautan Pasifik, Jepang ikut serta di dalamnya …”.

Jika yang disebut ialah penyerangan Jepang ke Pangkalan militer Amerika di Pearl Harbor, Hawaii, ini berlangsung tanggal 7 Desember 1941.

“… Bahaya kuning…”, ialah dari pemikiran penjajah dari Eropa/Amerika.

“ …Hindia Belanda termasuk juga didalam front ABCD (Amerika Serikat, Britania, Cina, Dutch/Belanda dengan Jenderal Wavel (Inggris) sebagaiPanglima paling tinggi, berkedudukan di Bandung …”

“Front ABCD” tidak ada. Yang ada ialah ABDACOM, yakni American, British, Dutch Australian Command yang dibuat bulan Januari 1942. Panglima tertingginya ialah Jenderal Sir Archibald Wavell.

“…begitu kuatnya serangan musuh hingga Hindia Belanda yang disebut benteng kebanggaan Inggris di Asia Tenggara jatuh ke tangan Jepang…”

Semenjak kapan India Belanda jadi “Benteng Kebanggaan Inggris di Asia Tenggara?

Masih tetap di halaman 242 :

“… Dalam tempo sebulanJepang sudah menguasaI Asia Tenggara seperti Indo China, Muangthai, Birma, Malaysia, Philipina serta Indonesia. Jatuhnya Singapura pada tanggal 15 Februari 1941ke tangan Jepang yakni dengan ditenggelamkannya kapal Induk Inggris yang bernama Prince of Wales serta Refulse begitu menggoncangkan pertahanan sekutu di Asia…

…Namun sisa-sisa pasukan sekutu di bawahpimpinan Karel Doorman (Belanda) sudah sempat membuat perlawanan di laut Jawa…”

Catatan kekeliruan :

1. Nama kapal perang RePulse, bukan ReFulse.

2. Prince of Wales serta Repulse bukan kapal induk. Prince of Wales ialah BATTLESHIP (Kapal Perang). Repulse ialah BATTLECRUISER Penjelajah Perang).

3. Kedua-duanya terbenam dalam perang laut tanggal 10 Desember 1941. Tanggal 15 Februari 1941 belumlah ada perang di Asia-Pasifik.

4. Yang terserang Jepang bukan INDONESIA, tetapi India Belanda. INDONESIA baru ada sesudah 17 Agustus 1945 dimana itu juga mencoba Permainan Terbaru Indonesia yang bisa mengibarkan bendera merah putih dan membuat rakyat indonesia menjadi bangga.

5. Rear Admiral Karel Doorman tidak pimpin “sisa-sisa pasukan sekutu. ” Karel Doorman ialah Panglima Armada Kombinasi ABDACOM, dalam perang di laut Jawa tanggal 27 Februari 1942. Dia meninggal serta terbenam bersama dengan kapalnya De Ruyter.

6. Pulau Jawa dikuasai keseluruhan oleh Jepang tanggal 8 Maret 1942, serta tanggal 9 Maret 1942 pemerintah India Belanda sah menyerah pada Jepang.

Begitu mengagumkan, jika di satu halaman saja, halaman 242, ada banyaknya kesalahan/kengawuran. Jika Kurikulum 1994 saja telah demikian ngawurnya, bagaimana dengan penerbitan awal mulanya? Jadi tandatanga besar, kenapa saat beberapa puluh tahun, belum pernah dikerjakan riset tentang isi dari buku-buku histori untuk sekolah. Tidak ada benar-benar daftar pustaka/referensi, hingga tidak di ketahui darimana sumber penulisan itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Latar Belakang dan Kronologis Peristiwa Rengasdengklok

Sejarah Indonesia  -  Rengasdengklok ialah nama satu kota kecil yang berada di Jawa Barat. Kota yang disebut sisi dari histori Proklamasi In...